Apa itu Ethereum? Apakah Benar Menjadi Saingan Berat Bitcoin?

Apa itu Ethereum? Apakah Benar Menjadi Saingan Berat Bitcoin?
Apa itu Ethereum? Apakah Benar Menjadi Saingan Berat Bitcoin?

Apa itu Ethereum? Ethereum adalah suatu platform rantai-blok yang memiliki fungsi kontrak cerdas. Platform ini memiliki fungsi seperti virtual machine yang dapat menjalankan kontrak cerdas peer-to-peer menggunakan uang kriptografi Ether.

Pencipta platform ini adalah Vitalik Buterin di tahun 2014. Tujuan utama penciptaan platform rantai-blok ini yaitu sebagai komputer dunia.

Jika Bitcoin bertujuan untuk menyimpan transaksi dan daftar saldo pada blockchainnya, tujuan blockchain Ethereum adalah untuk menyimpan beragam jenis data.

Data tersebut dapat Anda gunakan dan akses melalui sejumlah program komputer yang berjalan di dalam blockchain Ethereum. Kumpulan program tersebut yaitu dapps atau aplikasi terdesentralisasi.

Apa itu Ethereum?

Berdasarkan pengertian yang lebih luas, Ethereum adalah bahasa pemrograman yang bisa membantu blockchain untuk tetap berjalan. Sedangkan Ether adalah mata uang kripto yang berasal dari open-source berbasis blockchain.

Blok pertama Ethereum ditemukan pada tanggal 30 Juli 2015. Para pengembang yang ada di seluruh dunia bisa menjalankan dan membangun aplikasi terdesentralisasi di blockchain Ethereum.

Tujuan dari pembangunan tersebut adalah untuk memperbaiki penyimpanan informasi data, industri keuangan, tata kelola, dan berbagai fungsi lainnya. Ethereum menjalankan fungsi tersebut dengan memakai sifat transparan blockchain.

Apakah Ethereum Adalah Saingan Berat Bitcoin?

Sejak tahun 2014, penjualan Ether mendapatkan respon atau tanggapan yang luar biasa. Penggunaan mata uang kripto Ether memiliki beberapa tujuan. 

Pertama sebagai pertukaran mata uang digital pada cryptocurrency. Kedua untuk menjalankan aplikasi sampai memonetisasi sebuah pekerjaan. 

Pada tahun 2016, Ethereum terbagi menjadi dua blockchain terpisah, yaitu Ethereum Classic dan Ethereum. Penyebab utama terpecahnya Ethereum adalah terjadinya pencurian dana sebesar US$ 50 juta. Sehingga terbentuk Ethereum baru yang memiliki perlindungan jauh lebih kuat.

Pada bulan September 2019, Ether telah menjadi mata uang virtual yang terbesar kedua di kawasan pasar digital. Menempati satu posisi di bagian bawah Bitcoin. 

Kelebihan Ether lainnya adalah lebih cepat saat mendapatkannya dan unit Ether tersedia lebih banyak dari Bitcoin. Nilai dari Ether pada saat ini juga sudah mulai mengungguli Bitcoin. Sehingga cukup wajar kalau Ethereum menjadi saingan berat dari Bitcoin.