Team OG Berhasil Membuat Sejarah Baru Di TI9 Dota 2

Team esport yang berbasis di negara eropa, yakni OG Esports berhasil membuat sejarah baru pada hari minggu kemarin, dengan memenangkan gelar juara berturut-turut di gelaran akbar The International Dota 2 Championships 2019.

Didepan Mercedes-Benz Arena di Shanghai, China, juara bertahan OG berhadapan langsung dengan mantan pemenang juara TI lainnya dari negara eropa, yakni Team Liquid, yang sebelumnya pada hari itu mengalahkan tim China yang tersisa di turnamen, PSG.LGD.

Team Liquid berhasil memenangkan game pertama di grand final, dengan OG tidak dapat menahan meepo “w33” saat ia menunjukan keterampilan memainkan hero tersebut dan menimbulkan impact yang besar bagi Team Liquid.

w33 adalah satu-satunya dari 10 pemain yang belum pernah memenangkan TI sebelumnya, dan permainannya di final lower bracket dan game series pertana menunjukan keinginannya meraih gelar di turnamen tersebut.

Namun, juara bertahan itu came back dengan sangat kuat dan dengan drafting yang bagus di pertandingan game kedua, membawa keadaan menjadi skor sementara 1-1, dengan sang carry OG “ana” memainkan hero Ember Spirit berhasil meneror Team Liquid dari awal hingga akhir.

Team OG kemudian berhasil mendominasi pertandingan game ketiga, yang membawanya ke titik pertandingan ketika juara bertahan merasa diri mereka semakin mendekati dengan title juara TI berturut-turutang sulit untuk prediksi, hal itu merupakan suatu prestasi yang lebih besar karena OG bermain dengan roster yang sama persis ketika mereka menang tahun lalu di Vancouver.

Dengan semua pemain OG yang begitu mendominasi, Team Liquid gagal untuk mem-banned IO, dan otomatis itu adalah pilihan pertama untuk OG.

Mereka menindaklanjuti dengan sesi drafting di game keempat dengan lineup Timbersaw, Abbadon, IO, Gyrocopter, dan Tiny yang awalnya tampak berjalan lancar bagi Team Liquid di awal game, terutama dengan “Miracle” mem-pick hero Bristleback.

Dengan tempo permainan yang begitu cepat, OG dapat membalikan keadaan dalam pertarungan dan mencoba menyerang ke base Tim Liquid berulang kali, meninggalkan para pemenang TI7 tanpa buyback.

Dan dengan akhirnya Team Liquid call GG, hal itu spontan membuat para penonton bertepuk tangan ketika OG berhasil membuat sejarah baru dan merebut kembali Aegis, serta memboyong hadiah tertinggi senilai $15 juta USD. Team Liquid sendiri meraih hadiah runner-up sebesar $4,4 juta USD, sementara PSG.LGD harus puas di urutan ketiga.

Hanya di TI masa mendatang yang akan mengetahui apakah prestasi OG dapat diulang? tetapi sebagai pemenang dua kali yang memenangkan dalam dua tahun berturut-turut dengan roster yang sama, hal itu merupakanlah momen dalam sejarah esport ini akan sulit untuk dipatahkan.

Sumber: Yahoo

Comments

comments